Menurut dia, Bupati Fadeli adalah seorang profil pemimpin yang nyeleneh. “Lamongan saat ini menjadi pionir dalam pengeloloaan sampah. Karena memiliki pemimpin yang pionir pula, “ kata Sudirman seusai menghadiri peluncuran Lamongan Green and Clean (LGC) 2015 di GOR Lamongan.
“Seorang pemimpin memang harus bisa memiliki pemikiran yang extraordinary, nyeleneh dalam arti positif, agar daerahnya bisa maju, “ sambung Sudirman.
Upaya lebih dari Lamongan ini, menurut Sudirman akan dibackup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan memberikan bantuan pembangunan TPS dengan system 3 R (reduce, reuse, recycle) berskala besar.
Saat di PLTSa, Sudirman bersama Bupati Fadeli secara simbolis membuka valve sebagai tanda sudah mulai operasionalnya PLTsa yang mampu menghasilkan listrik 25 KNA hingga 35 KVA tersebut. Dia juga meninjau pengelolaan sampah dengan sistem sanitary landfill.
PLTSa itu sendiri nantinya operasionalnya tidak akan menggunakan dana APBD. Karena menggunakan dana dari penjualan pupuk kompos hasil pemilahan dari PLTSa yang memakai sistem thermo mechanical tersebut.
Yakni dengan penggunaan panas suhu tinggi untuk menghasilkan listrik dari pengolhan 64 meter kubik sampah setiap harinya. Uap dan air panas sebagai emisi dari PLTSa tersebut bahkan masih bisa dimanfaatkan untuk industri rumah tangga tempe dan tahu.
Saat di GOR Lamongan, Fadeli menyebut target bisa meraih Adipura Kencana sebenarnya didesain baru bisa terlaksana LGC ke 5. Namun nayatanya dengan peran serta masyarakat, sudah bisa meraih Adipura Kencana pertama di LGC ke 3, kemudian berlanjut meraih yang kedua di LGC ke 4.
(Arz/Pto)

Tidak ada komentar: