Hanya dalam waktu satu jam, 4 (empat) ton beras operasi pasar yang dijual seharga Rp. 7300 per kilogram ludes.
Sejak diumumkan oleh pihak Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan perdagangan Gresik akan adanya operasi pasar, maka seketika masyarakat berkumpul dan memulai membentuk antrian. Sehingga penjualan beras operasi pasar saat itu berlangsung tertib dan lancer. “Setiap warga hanya boleh membeli 2 paket beras (10 kg) yang masing-masing paket berisi 5 kilogram” ujar Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindag Gresik, Najikh.
Diadakannya operasi pasar tersebut menurut Najikh, untuk mengendalikan harga beras yang sudah melambung melambung dipasaran. Pada hari pertama, operasi pasar dilaksanakan di sekitar Pemukiman Rusunawa Karang Turi di Jalan Usman Sadar Gresik. selanjutnya esok hari operasi pasar dilaksanakan di wilayah Kelurahan Kroman dan terus berlanjut ke kantong-kantong pemukiman masyarakat. Tambah Najikh.
Antusias masyarakat untuk membeli beras pada event operasi pasar ini karena selain kwalitas berasnya baik dengan break hanya 15%, harganya juga jauh lebih murah yaitu Rp. 7.300 per kilogram. Harga beras kelas medium dipasaran saat ini sudah mencapai Rp. 10 ribu bahkan lebih. Adanya disparitas harga yang mencolok itu maka masyarakat sangat antusias, ungkapnya.
Menurut kesepakatan kami dengan pihak Sub Dolog Jawa Timur Drive V, operasi akan dilaksanakan sampai masyarakat menginginkan dan harga beras kembali stabil. Agar operasi beras ini bisa betul betul dinikmati masyarakat, kami mengatur sedemikian rupa agar pihak pedagang tidak bisa membeli. “Kami atur tiap orang hanya bisa membeli 2 paket berisi 5 kilogram tiap paket” ujar Najikh.
arz team
Tidak ada komentar: