Latest News


More

BUPATI GRESIK ‘AJARI’ DPRD KUDUS GALI PAD DAN TINGKATKAN APBD

Posted by : komputer on : Jumat, 13 Februari 2015 0 comments
komputer
Saved under : , ,


Karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus yang terlalu sedikit naiknya, Rombongan DPRD Kabupaten Kudus mengadakan Kunjungan kerja Ke Kabupaten Gresik. Rombongan anggota DPRD Kudus yang berjumlah 16 orang tersebut diketuai oleh Wakil Ketua DPRD Gresik, Ilwani. Mereka diterima oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto di Ruang Graita Eka Praja, Rabu (11/2).
 
Dalam keterangannya, Ketua Rombongan, Ilwani dari Fraksi PKB menyatakan, kami mendengar perkembangan kenaikan PAD maupun APBD Gresik sangat tinggi.”Padahal di Kabupaten Kami Pendapatan Asli Daerah kenaikannya hanya sedikit dari semula Rp. 243 milyar naik menjadi Rp. 245 milyar. Hanya naik Rp. 2 milyar” kata Ilwani.
 
Kami juga membaca, beberapa kenaikan pendapatan Asli Daerah (PAD) Gresik mulai dari sector Pajak Bumi bangunan, BPHTB, pajak galian non logam dan lain sebagainya.”Kami butuh penjelasan barangkali hal-hal yang baik di Gresik bisa kami laksanakan di daerah kami. Kami juga melihat perkembangan pembangunan Gresik begitu pesat” ujar Ilwani lagi.
 
Dengan panjang lebar, Bupati Gresik menjelaskan beberapa hal terkait dengan pertanyaan para anggota Legislatif dari Kabupaten Kudus tersebut. Tentang PAD misalnya, pada 4 tahun yang lalu PAD Gresik hanya dikisaran Rp. 164 milyar dan saat ini mencapai Rp. 898 milyar. Beberapa tahun yang lalu saat PBB di kelola pusat hanya dikisaran Rp. 100 milyar, saat ini  mencapai 160 milyar.
 
Lompatan besar terjadi pada BPHTB yang semula hanya membukukan Rp. 5,7 milyar, saat ini sudah mencapai Rp. 175 milyar. “Bupati mengaku pengenaan BPHTB ini tak didasarkan pada harga nilai jual obyek pajak (NJOP), tapi sesuai pengajuan perijinan yang terkoneksi, harga transaksi jual beli serta penentuan tim appraisal. Selain itu beberapa pendapatan pajak yang lain berhasil kami optimalkan, diantaranya pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak galian non logam” jelas Bupati.
 
Selain optimalisasi pajak, kami juga menyeimbangkan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami menyantuni yatim piatu, janda miskin, santunan kematian untuk gakin, memberikan santunan kepada para penghapal Al-Qur’an, santunan untuk modin desa, guru-guru TPQ. Santunan tersebut kami masukkan APBD. Kami menyeimbangkan output dan input” kata Bupati.
 
Beberapa pembangunan mercusuar juga di laksanakan di Gresik diantaranya pembangunan Lapter Bawean, Bendung Gerak Sembayat, Pelabuhan International. “Pembangunan itu semua bukan dana dari APBD Gresik, tapi kami hanya menyiapkan lahan dengan membeli lahan dari masyarakat. Toh uangnya juga kembali ke masyarakat”. Kata Bupati saat menjawab pertanyaan tentang bagaimana upaya Bupati mendapatkan dana untuk membangun proyek besar.

ARZ TEAM

Tidak ada komentar:

Leave a Reply