Mewujudkan cinta tanah air serta berkebangsaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov Jatim menggelar kegiatan penguatan dan aktualisasi nilai-nlai Pancasila, rasa cinta tanah air, kesadaran berbela negara dan berkonstitusi. Kegiatan dilakukan di aula KUD Margo Mulyo Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, Kamis (26/2).
Menurutnya, Pemerintah akan terus menggalakkan akan kecintaan terhadap tanah air, termasuk kecintaan terhadap produk-produk hasil dalam negeri. “Tantangan kita ke depan adanya pasar bebas, di sini kita dituntut pembuktian akan kecintaan kita terhadap produk dalam negeri,” katanya.
Ketua Panitia, Drs Suharto mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini yakni untuk memfasilitasi pimpinana SKPD, camat tim enggerak PKK, tokoh masyarakat, pemuka agama, generasi muda dan para guru di kabupaten Banyuwangi dalam memahami pentingnya jati diri bangsa, wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara dalam menghadapi bahaya narkoba, serta radikalisme dalam mewujudkan generasi muda berkualitas yang didukung IPTEK dan IMTAQ di era perubahan maupun persaingan.
Selain itu, hal ini juga untuk merevitalisasi watak dan karakter bangsa yang mengacu pada cita-cita persatuan, ketahanan, kemandirian dan keadilan sertta kesejahteraan yang dijiwai nilai-nilai Pancasila, agama dan budaya bangsa.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga untuk mewujudkan masyarakat yang mampu mengaktualisasikan wawasan kebangsaan, jatidiri bangsa dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendukung kondisi masyarakat yang aman dan damai.
Dikatakan Suharto, materi yang akan disampaikan meliputi, pertama, UU narkotika Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Materi disampaikan oleh Ir Danang Sumiharta MM Msi dari BNNP Prov Jatim, yakni tentang meningkatkan Peran pemerintah dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap.
Kedua, Pemantapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter bangsa untuk memperkokoh NKRI. Materi ini disampaikan oleh Drs Djafri Yusuf MM dari Bakesbang Kabupaten Banyuwasi.
Sebagai informasi, peserta berjumlah kurang lebih 100 yang yang terdiri dari forpimda/pimpinan SKPD, camat se Banyuwangi, Tim penggerak PKK, Aparatur, tokoh masyarakat, serta pemuka agama.
Tidak ada komentar: